RIKSA UJI DISNAKER

Riksa Uji DISNAKER atau Uji Riksa kemungkinan tersedia beberapa dari kami udah tidak asing kembali mendengarnya. Dalam pelaksanaan K3, Uji Riksa merupakan keliru satu usaha untuk menjaga keselamatan para pekerja. Uji Riksa terhadap dasarnya merupakan kontrol yang dikerjakan secara berkala terhadap suatu peralatan yang ada. Uji Riksa wajib dikerjakan sesudah itu akan mengevaluasi hasil dari Uji Riksa tersebut. Tidak cuma itu, peralatan akan diuji secara berkala sekurang-kurangnya tidak cukup lebih setiap 6 bulan.

Dalam pelaksanaan K3, Uji Riksa merupakan keliru satu usaha untuk menjaga keselamatan para pekerja proyek, mengingat di dalam suatu proyek, terdapat struktur bangunan yang punya beban berat. Uji Riksa terhadap dasarnya merupakan kontrol yang dikerjakan secara berkala terhadap suatu peralatan yang tersedia di di dalam suatu proyek riksa uji .

Riksa Uji DISNAKER ini punya tujuan untuk mengerti kondisi Laik Pakai sebuah peralatan yang merupakan Asset Perusahaanforklift dan menopang Perusahaan di dalam Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang akan mewujudkan Budaya K3 di Perusahaan, serta secara berkesinambungan akan patuh terhadap penerapan Undang-undang dan aturan tentang lainnya, lebih-lebih dibidang keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di Indonesia.

Kriteria Teknis Jenis Riksa dan Uji (Tahapan) :

A. Pemeriksaan Data/Verifikasi.

• Data Umum.

• Data Teknis.

B. Pemeriksaan Visual.

• Pemeriksaan Visual bersama dengan Menggunakan Checklist.

• Dimensi Check.

C. Pemeriksaan NDT.

• Seluruh komponen utama atau komponen yang terima beban atau komponen yang diragukan kekuatannya/kemampuannya.

D. Pengujian

• Dinamis (Running Test).

• Statis.

E. Pemeriksaan sehabis pengujian.

F. Laporan.

Pada selagi ini pembangunan fisik yang pakai alat alat moderen terlalu pesat peningkatannya. Untuk itu wajib diimbangi termasuk bersama dengan bisnis keselamatan dan kebugaran kerja untuk tenaga kerja maupun orang lain baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang berada dilingkungan tempat kerja cocok bersama dengan Undang undang No 1 Tahun 1970.

Untuk itu terlalu dibutuhkan sebuah bantuan terhadap tenaga kerja dan pelaksanaan teknis K3 lebih-lebih terhadap bidang kontrol dan pengujian alat serta tehnik kerja, untuk itu terlalu dibutuhkan sebuah Riksa Uji Peralatan yang cocok bersama dengan masing masing alat yang akan digunakan yaitu:

Riksa Uji Peralatan Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT)
Riksa Uji Peralatan Pesawat Angkat dan Angkut (Forklift, Crane & Alat Berat)
Riksa Uji Peralatan Pesawat Tenaga dan Produksi (PTP) (Genset, Tanur, Turbin)
Riksa Uji Peralatan Instalasi Listrik, Petir dan Lift
Riksa Uji Elevator (Lift) & Eskalator.
Riksa Uji Peralatan Instalasi Proteksi Kebakaran
Pemeriksaan NDT, Ultrasonic, Radiografy, Wire Rope Tester.
Pemeriksaan dan Pengujian

Pesawat Angkat & Angkut (Forklift, Crane & Alat Berat)
Instalasi Listrik
Penyalur Petir
Elevator (Lift) & Eskalator
Instalasi Proteksi Kebakaran
Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT)
Pesawat Tenaga dan Produksi (PTP)
Manfaat Riksa Uji DISNAKER Alat K3 :

Mencegah, mengurangi apalagi menghilangkan resiko kecelakaan kerja (zero accident).
Mencegah terjadinya cacat/kematian terhadap tenaga kerja.
Mencegah rusaknya tempat dan peralatan kerja
Mencegah pencemaran lingkungan dan masyarakat disekitar tempat kerja
Norma kebugaran kerja diinginkan menjadi instrumen yang menciptakan dan memelihara derajat kebugaran kerja.
Tujuan dari Uji Riksa Alat K3 :

Memenuhi syarat-syarat Peraturan Perundangan yang berlaku.
Menguji kelayakan Pesawat Angkat dan Angkut.
Memeriksa dan menguji kebolehan knstruksi (Integritas Structur)
Membuktikan Kestabilan di dalam operasi
Untuk mendapatkan Sertifikat/Ijin Pemakaian atau Re-Sertifikasi (berkala)
Dasar Hukum Uji Riksa Alat K3 :

Undang Undang No.1 th. 1970 Tentang Keselamatan Kerja sering disebut termasuk sebagai dasar dari bermacam aturan yang tersedia tentang bersama dengan Keselamatan Kerja di Indonesia. Walaupun diterbitkan terhadap th. 1970, Undang-undang ini tetap eksis hingga selagi ini.
Permenaker No. 05/Men/1985 mengenai Pesawat Angkat dan Angkut, Menimbang:
A. Bahwa bersama dengan meningkatnya pembangunan dan teknologi dibidang industri, penggunaan pesawat angkat dan angkut merupakan bagian integral di dalam pelaksanaan dan peningkatan sistem produksi.
B. Bahwa di dalam pembuatan, pemasangan, pemakaian, perawatan pesawat angkat dan angkut mengandung bahaya potensial;
C. Bahwa wajib ada bantuan atas keselamatan dan kebugaran kerja setiap tenaga kerja yang jalankan pembuatan, pemasangan, pemakaian, syarat-syarat pesawat angkat dan angkut.
Permenaker No. 02/Men/192 mengenai Kualiikasi Juru Las di tempat Kerja.MEMUTUSKAN PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI TENTANG KWALIFIKASI JURU LAS DI TEMPAT KERJA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini dimaksud dengan:
a. Tempat Kerja adalah tempat sebagaimana dimaksud terhadap pasal 1 ayat (1) Undang-undang No. 1 Tahun
b. Pengurus adalah Pengurus sebagaimana dimaksud terhadap pasal 1 ayat (2) Undang undang No. 1 Tahun
c. Pegawai Pengawas adalah Pegawai Pengawas sebagaimana dimaksud terhadap pasal 1 ayat (5) Undang-undang No. 1 Tahun
d. Direktur adalah Direktur sebagaimana dimaksud di dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 79 Tahun 1977; Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini meliputi kwalifikasi juru las untuk ketrampilan pengelasan kelanjutan las tumpul bersama dengan sistem las busur listrik, las busur listrik submerged, las gas busur listrik tungstem, las karbit atau gabungan dari sistem las berikut yang dikerjakan bersama dengan tangan (secara manual), otomatis atau kombinasi. (2) Syarat untuk juru las yang jalankan pengelasan secara otomatis akan diatur lebih lanjut. halaman 1 dari 17
Permenaker No. 09/Men/2010 mengenai Kualifikasi dan Syarat-Syarat Operator Keran Angkat, bahwa bersama dengan berkembangnya penggunaan type dan kapasitas pesawat angkat dan angkut maka wajib menyempurnakan Peraturan Menteri Tenaga Kerja.
Adapun area Lingkup terhadap Uji Riksa Peralatan adalah :

Pemeriksaan dan Pengujian di dalam sistem pembuatan peralatan
Pemeriksaan dan Pengujian pertama di dalam penggunaan dan penggunaan serta implementasi peralatan / instalasi baru atau sehabis pemasangan.
Pemeriksaan Tidak Merusak (NDT)
Pengujian Beban
Laporan Pemeriksaaan dan Pengujian
Kesimpulan dan saran
Surat Keterangan DISNAKER Setempat (estimitasi 1bulan)
Perusahaan hendaknya sebelum akan jalankan Uji Riksa dan Sertifikasi menyiapkan:

Copy Dokumen Izin Terakhir Lengkap
Mempersiapkan peralatan yang akan disertifikasi
Manual Book
Izin Kerja Lapangan
Beban alat bantu disiapkan oleh Perusahaan setempat.
Uraian Jasa Riksa Uji DISNAKER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *